Translating

Hasil training kemarin. Untuk menerjemahkan ada beberapa metoda yang dapat dipakai, salah satunya metoda Nida (entah namanya bener atau nggak). Menurut trainer, metoda ini yang paling ringkas dibandingkan dengan metoda-metoda lainnya.

Sebelum itu, yang harus diingat soal menerjemahkan / translating adalah : yang dipindahkan adalah bahasa, bukan makna. Jadi, yang penting dalam proses penerjemahan adalah makna harus tetap dan tidak berubah.

Metoda Nida terdiri dari 3 Langkah, yaitu :

  1. ANALYSIS
  2. TRANSFER
  3. RESTRUCTURING

I. ANALYSIS

Jika akan menerjemahkan, perhatikan dulu ini :

1. Tema (Theme); ini bacaan tentang apa?

2. Gambaran umum (Global overview); yang dibahas apa aja?

3. Gaya bahasa; gaya bahasa yang digunakan formal / informal?

4. Time / tenses

5. Lihat konteks (lupa maksudnya apa, tapi ada kaitannya dengan pola kalimat)

Ada 4 pola kalimat, yaitu :

a. Simple Sentence : 1 Subject (S) + 1 Verb / to be (V)

Contoh : Ayah makan nasi.

b. Compound Sentence : 2 S + 1 V atau 2 S + 2 V atau semacamnya. Tanda : kata sambung and, or, but, dan teman-teman mereka.

Contoh : Adik makan nasi dan minum susu. (bukan belalang kupu-kupu!)

c. Complex Sentence : 2 klausa ( 1 induk dan 1 anak yang nerangin induk)

Contoh : He, who is standing there, is my father.

Induk : He is my father

Anak : He is standing there

d. Compund Complex Sentence (paling rumit) à kalau ketemu ini, lakukan identifikasi S & V (S1 dengan V1, S2 dengan V2). Cara : pecah compound complex jadi klausa-klausa. Analisa hubungan antara klausa satu dengan yang lain (apakah itu sebab-akibat, bersyarat, atau semacamnya).

II. TRANSFER

Dalam proses transfer (memindahkan bahasa dari bahasa sumber ke bahasa target), yang perlu diperhatikan adalah :

1. noun compound / phrase

Contoh :

Numerous DNA binding protein

Call what’s-his-name to this room.

The 23 years old female patient with symptoms of avian flu-like in RSHS Bandung was sent to RSCM for further examination on the possibility of having H5N1 virus.

Kalau kalimat ini langsung diterjemahkan ke Bahasa Indonesia jadinya :

Pasien wanita berusia 23 tahun dengan gejala seperti flu burung di RSHS Bandung dikirim ke RSCM untuk pemeriksaan lebih lanjut untuk melihat kemungkinan mengidap virus H5N1.

Berasa terjemahan sekali!!!

Terjemahan ke Bahasa Indonesia yang baik dan benar (yang nggak berasa terjemahan) à diterjemahkan ke dalam 2 kalimat, yaitu:

1 : Subjek :

Di RSHS Bandung terdapat seorang pasien wanita berusia 23 tahun dengan gejala penyakit yang mirip dengan flu burung.

2 : Pasien tersebut + V + C :

Pasien tersebut dikirim ke RSCM untuk pemeriksaan lebih lanjut……… … dst…

2. Makna semantik & Makna pragmatik

· Makna semantik à makna asli kata. Misalnya kata ground, bermakna dasar, sesuatu yang berada di dasar. Jadi ground rules diartikan sebagai aturan dasar bukan aturan tanah (ground = tanah).

Penting untuk punya kamus-kamus ini :

Inggris – Inggris; buat nyari makna kata

Inggris – Indonesia; buat transfer, kalau sudah terlalu lama kerja, otak sering bingung dengan kata-kata. Pakai Peter Salim, jangan Ecohls (katanya, walaupun populer, Ecohls nggak bagus)

Indonesia – Inggris; yang bagus itu Alan M. Steven (katanya dia bukan orang Indonesia, tapi kamusnya bagus, bahkan RT juga ada).

Glossary dari bidang yang ingin dispesialisasi, misalnya penerjemah bidang medik harus punya kamus kedokteran.

Phrasal verb, yang menurut Encarta Dictionaries adalah verb combined with another word: a verb followed by an adverb, a preposition, or both, used with an idiomatic meaning that is often quite different from the literal meaning of the individual words.

Examples include “put up with,” meaning “tolerate,” and “stand for,” meaning “represent.”

Proverbs

· Makna pragmatik à makna yang muncul karena pengaruh dari luar; juga ada hubungannya dengan reference.

Ada 3 macam reference :

a. ke belakang :

Lia likes dancing and she’s good at it.

She = Lia

It = dancing

b. Ke depan :

Although she doesn’t like dancing, Lia is good at it.

She = Lia

c. Dan reference yang nggak jelas (pembaca diasumsikan sudah tahu)

In Islam, fasting is not for human’s benefit but it’s for Him.

Him = God

3. Kolokasi, hubungan kata; perlu memperhatikan culture juga

Contoh: ‘heavy rain’ nggak bisa diterjemahka jadi ‘hujan berat’, tapi ‘hujan lebat / deras’. ‘Different pond, different fish’, jangan diterjemahkan jadi ‘lain kolam lain ikan’, tapi pakai punya kita sendiri, ‘lain ladang lain belalang’. Yang penting maknanya sama.

4. Pluralitas; euh…yang ini rada bingung neranginnya, tapi di catatanku ada keterangan mengenai Verb.

Ada dua macam Verb, yaitu :

a. Finite à berubah ketika tenses berubah

b. Non finite à tidak berubah walaupun tenses berubah. Yang termasuk di sini :

Gerund (V-ing)

V-ed

To infinitife (to read, to cook)

Contoh : The girl sitting over there (bukan sits over there) is my friend.

5. Kelaziman

Contoh : Sosialisasi (sosialisasi produk atau kebijakan) bukan socialize, tapi disseminated

6. Time; perlu buat tenses

7. Phoricity; pra-anggapan, berkaitan dengan makna pragmatis

Pembicara dan pendengar sama-sama sudah tahu apa yang dibicarakan.

Contoh :

He came yesterday. à kalimat biasa tanpa pra-anggapan

It is
he who came yesterday
. à ada pra-anggapan. Pembicara menganggap bahwa pendengar salah mikir, jadi dia merasa perlu menekankan bahwa ‘he’ lah yang datang, bukan orang lain.

A berkata pada B, ‘Eh, kemarin aku ketemu sama si itu, lho!’ à A beranggapan bahwa B sudah tahu siapa yang dibicarakan.


III. RESTRUCTURING

· Untuk English à Indonesia : Cari dulu S, P, O, dan K-nya

· Untuk Indonesia à English, perhatikan :

a. tenses !

b. pastikan susunan sudah benar, S + V wajib ada

c. pastikan connecting word-nya benar

d. Spelling! (Amerika dan British beda!)

Contoh : Pusat : centre (British) dan center (Amerika)

Warna : colour (British) dan color (Amerika)

Catatan : Gunakan kamus yang ada keterangan British (U.K) atau America (U.S).

Perhatikan pula konsistensi, jangan sampai tercampur-campur. Kalau memang menggunakan American style, pastikan semua kata yang dipakai menggunakan spelling Amerika. Dung! Selama ini aku…….

Lalu baca ulang, enak atau nggak, berasa terjemahan atau nggak, bisa dimengerti atau nggak. Kalau nggak enak, berasa terjemahan, atau nggak bisa dimengerti, berarti ada yang salah dalam mentransfer atau restructuring.

Iklan