Aku dan Sakit Maag

Cerita dari awal, deh. Aku memang sudah terkena maag sejak SMP. Parah, ya? Umumnya orang baru sakit maag waktu kuliahan, tapi aku sejak SMP. Yah, waktu itu sakitnya masih standar, paling perut perih, atau kembung, atau mencret, atau muntah. Mungkin karena pola makanku yang buruk juga. Waktu kelas 6 SD, guruku sering mengadakan pemantapan untuk menghadapi EBTANAS. Nah, akibatnya aku sering terlambat makan siang. Pola hidupku sebenarnya teratur. Sarapan jam 6, makan siang jam 12, makan malam jam 6. Pola hidup sehat banget, lah. Tapi pola itu kacau gara-gara pemantapan itu. Soalnya sering kali pemantapan diadakan dadakan. Jadi bisa aja tiba-tiba guruku bilang, “nanti kita pemantapan, ya.” Nah, kalau sudah begini aku jadi nggak makan siang, deh. Nggak bawa bekal, soalnya. Atau jajan dan beli mie. Biasanya mie itu kami remes-remes sampai hancur lalu dimakan kering-kering dengan bumbunya. Enak.

Saat duduk di SMP pola makanku juga makin kacau. Sarapan tetap pagi jam setengah enam karena sekolahku jauh di Taruna Bakti. Nah, makan siang biasanya telat. Paling cepat jam setengah tiga sore karena aku baru pulang sekolah jam setengah dua. Makan malam jam 6 atau jam 7 malam gitu. Mungkin karena pola makan waktu SMP yang buruk begitu, akhirnya saat SMA sakit maag-ku semakin parah. Pola makan waktu SMA rasanya nggak separah SMP, tapi tetap saja telat makan siang karena aku pulang dari sekolah jam satu dan sampai rumah jam dua. Kadang-kadang siang juga nggak makan nasi.

Aku pernah sakit maag sampai demam dan pusing. Mulanya disangka tifus (karena demam tadi). Setelah konsultasi via telepon ke tanteku yang dokter dan punya sakit maag juga, ternyata itu bukan tifus tapi maag. Aneh banget karena aku nggak mencret, nggak kembung, perutku juga nggak perih, bahkan nggak muntah. Pokoknya tanda-tanda maag yang sudah kukenal tidak ada yang muncul. Yang aku rasakan hanya demam, pusing, tak nafsu makan, dan ulu hatiku terasa dingin. Tanteku menyuruh aku menekan ulu hatiku. Sakit. “Nah, itu tanda sakit maag,” begitu katanya. Akhirnya tanteku memberikan resep:

  1. Makan makanan yang lunak seperti bubur.
  2. Makan marie setiap jam.
  3. Minum obat maag lima belas menit sebelum makan besar, di antara dua waktu makan, dan sebelum tidur.
  4. Jangan makan vitamin C (vitamin C = asam askorbat. Asam!!)
  5. Jangan makan jeruk, jambu biji, mangga, nangka, pisang ambon.
  6. Jangan makan makanan yang berbumbu merangsang seperti cabe, sambel, merica, asam.
  7. Jangan minum kopi, jangan minum soda, jangan minum teh. Kalau mau minum teh, hanya boleh yang encer.

Setelah menuruti resepnya, sakit maag-ku pun reda. Bisa makan lagi dengan bebas.

Waktu kuliah S1 rasanya jam makanku sudah membaik, tapi mungkin masih belum teratur banget. Apalagi aku kuliah jurusan Biologi yang setiap harinya sibuk dengan kuliah dan praktikum. Maag-ku semakin parah. Sering hilang timbul gitu. Kadang sakit sampai perih, tapi nanti sembuh. Yah, pokoknya begitu maag aku langsung menerapkan resep dari tanteku itu. Bekal marie ke mana-mana.

Tapi tahun lalu (akhir 2007 sampai 2008 ) maag-ku kumat dan nggak sembuh-sembuh. Akhir 2007 atau awal 2008 sakit maag-ku kumat. Perutku perih dan kembung. Aku menerapkan resep yang diajarkan tanteku itu. Tetap saja kembung dan perih. Kayanya obat maag yang kupunya sudah tak mempan lagi. Lalu temanku, Celine, mengajarkan resep jamu untuk orang maag. Resepnya seperti ini : Pagi hari saat perut masih kosong, sebelum sarapan, kunyah kunyit sejempol dengan bawang putih. Aku coba. Toh gimana juga kunyit dan bawang putih itu antibiotik alami. Tapi aku nggak mau ngunyah. Baru mikir mau ngunyah kunyit sejempol dan bawang putih rasanya sudah iyaa~akh banget. Akhirnya kunyit dan bawang putih itu diparut lalu diambil airnya. Mentah-mentah diminum. Aku langsung muntah. Nggak kuat sama baunya. Akhirnya aku bikin jamu kunyit saja. Kunyit bubuk dilarutkan dengan air panas, dikasi madu atau gula supaya manis, airnya diminum. Tetap nggak sembuh. Memang minumnya juga baru beberapa hari. Akhirnya aku tak tahan juga. Aku pergi ke dokter minta resep obat maag selain yang biasa aku minum. Setelah menghabiskan obat itu, maag-ku tetap tak kunjung sembuh. Duh! Parah banget, nih!

Akhirnya aku memutuskan untuk akupunktur karena teringat temanku yang maag dan diakupunktur lalu sembuh. Aku diakupunktur oleh dokter yang kebetulan teman kami berdua waktu S2 di Biologi. Dia dokter (asli dokter!) yang juga mempelajari ilmu akupunktur. Jarang-jarang ada, deh. Biasanya kan dokter nggak mau belajar ilmu kedokteran timur seperti akupunktur (karena berbeda dengan ilmu kedokteran barat). Ahli akupunktur juga biasanya nggak belajar ilmu kedokteran barat.

Oleh dokter itu aku dikasi tau tentang maag. Jangan dipandang enteng karena maag dapat menyebabkan kematian jika diremehkan. Maag-ku ini sudah aku anggap parah karena berbulan-bulan tak sembuh juga. Tapi ternyata masih ada lagi sakit maag yang lebih parah. Salah satunya seperti yang dialami oleh pasien dokterku ini. Saking parahnya sampai harus makan segala macam obat yang harganya mahal-mahal. Mulai dari pelapis lambung, enzim untuk membantu pencernaan, dan entah apalagi. Aku tak terbayang, deh. Satu butirnya harganya saja sudah aduhai. Untung si pasien itu punya pekerjaan yang bayarannya mantap jadi dia nggak terlalu masalah dengan harga obat yang ia makan. Tapi tetap saja, kan? Rugi duit. Mana obat itu harus dikonsumsi tiga kali sehari dan tak hanya satu macam. Euh…tak terbayang, deh kalau aku yang mengalami itu. Bikin kanker alias kantong kering.

Selain itu, maag juga bisa bikin lambung bolong. Nah, kalau udah kaya gini artinya udah parah banget dan bisa bikin orang meninggal. Jadi inget pembantuku dulu. Ibuku yang cerita karena dia yang ingat. Si pembantu ini sering mual dan muntah-muntah. Katanya sih sakit maag. Tapi walaupun ibuku sudah sering menyuruhnya ke dokter dan mengingatkan dia supaya nggak makan sambel, dia bandel. Tetep rajin makan sambel. Yang super pedas pula. Emang doyanannya, sih. Waktu itu aku masih kecil, paling baru berapa tahun gitu. Yang aku ingat dengan jelas adalah waktu tiba-tiba ada banyak laki-laki datang ke rumah dan masuk ke kamar pembantuku itu. Sudah itu mereka keluar sambil menandu pembantuku ini ke rumah sakit. Pembantuku ini sudah muntah-muntah darah gitu. Aku ingat seprainya yang ternoda darah. Akhirnya dia meninggal dunia karena maag. Makanya jangan anggap enteng sakit maag. Nyawa taruhannya! Ini termasuk penyakit yang killing you slowly.

Selain menusuk jarum, dokterku ini juga memberikan wejangan-wejangan. Yah, untuk sembuh pasien dan dokter harus bekerja sama. Walaupun dokter sudah kita beri kepercayaan untuk membantu menyembuhkan kita, pasien kan tetap bertanggung jawab pada dirinya sendiri (selama dia masih bisa bertanggung jawab pada dirinya tentunya). Maka itu pasien harus mematuhi rambu-rambu yang diberikan dokter. Dokterku memberikan rambu-rambu sakit maag yang harus aku taati. Ini dia:

  1. Makan NASI tiga kali sehari, dengan jam dan porsi yang teratur. Dokter menyarankan untuk sarapan jam 7, makan siang jam 1, dan makan malam jam 5. Tapi aku biasa sarapan jam 6, makan siang jam 12, dan makan malam jam 6 jadi jam inilah yang aku pakai. Jumlah teratur maksudnya porsinya tetap, cukup kenyang, nggak kurang dan nggak berlebihan sampai kekenyangan. Boleh sarapan dengan Havermouth. Nggak boleh nasi goreng karena berminyak dan berbumbu (lihat nomor 7 dan 8). Sarapan dengan roti jelas tak diperbolehkan (lihat nomor 5 dan 6).
  2. Makanan harus dikunyah dengan baik. 32 kali. Tujuannya supaya makanan yang masuk ke lambung sudah cukup halus. Kalau makan cuma dikunyah sekali dua kali dan langsung telan, kan makanan yang masuk ke lambung masih kasar-kasar terus nanti kena ke luka di lambung. Sakit! (Bayangkan sariawanlah. Sakit kalau tersenggol, kan?). Ini kebiasaan paling berat. Waktu membiasakan diri mengunyah 32 kali, selain waktu makanku jadi lama, rahangku juga pegal-pegal. Tak terbiasa, sih. Soalnya biasanya aku makan dengan cepat (ngunyahnya nggak benar). Ini juga resep untuk yang diet. Tujuannya supaya kita sempat merasakan rasa kenyang. Kalau makan cepat-cepat kan rasa kenyang itu baru terasa kalau makanan yang masuk sudah terlalu banyak atau lima menit setelah berhenti makan.
  3. Minum harus sopan santun. Maksudnya jangan ditenggak habis satu gelas. Gleg-gleg-gleg gitu. Minum seteguk, diem, minum seteguk lagi, diem. Ini supaya lambung nggak melar. Resep ini terutama ditekankan untuk yang ingin melangsingkan badan (sering denger kalau dokter sedang memberi wejangan pada pasien yang menurunkan berat badan).
  4. Tak perlu makan marie tiap jam. Agak aneh memang. Ternyata alasannya adalah begini. Aku kan sedang mengembalikan fungsi tubuh agar normal kembali. Inti akupunktur kan mengembalikan fungsi-fungsi organ tubuh agar normal kembali. Saat perawatan itu aku kan sedang mengajarkan dan membiasakan tubuhku agar normal kembali dan hanya memproduksi asam lambung tiga kali sehari (saat makan besar). Nah, kalau aku membiasakan untuk makan marie tiap jam, nanti lambungku akan terbiasa untuk memproduksi asam lambung terus-terusan. Nanti lambungku ketergantungan makanan. Kalau nggak dikasi makan tiap jam, nanti bisa sakit maag lagi karena dinding lambung terkikis dan luka lagi.
  5. Nggak boleh makan makanan yang dibuat dari tepung seperti roti, mie, dan lain-lain. Psst! Sebenarnya tepung inilah turut andil dalam menggemukkan tubuh. Pasien yang diakupunktur untuk melangsingkan badan juga dilarang makan tepung-tepungan oleh dokterku ini. Pasien lain yang nggak melangsingkan badan juga dilarang makan tepung-tepungan dan akibatnya berat badannya langsung turun.
  6. Nggak boleh makan makanan yang beragi dan mengembang jika dimasak, seperti kue bolu, cake, roti, mie.
  7. Kurangi lemak. Terutama nggak boleh makan gorengan. Why? Karena lemak sulit dicerna. Kasian, kan lambung yang sudah luka-luka disuruh kerja keras.
  8. Jangan makan makanan yang berbumbu merangsang seperti merica, cabai, asam karena bumbu ini merangsang keluarnya asam lambung. Termasuk juga saus tomat (asam). Sambal botol dan mustard juga jelas tak boleh.
  9. Jangan minum kopi maupun teh karena mengandung kafein yang bisa merangsang pengeluaran asam lambung. Kalaupun mau minum teh harus yang super encer. Itu juga baru boleh minum kalau sakit maag-nya sudah mendingan.
  10. Jangan minum soda. Jelas banget. Selain bikin gas di perut, soda juga mengiritasi lambung.
  11. Jangan makan sayur keluarga kubis-kubisan seperti brokoli, kembang kol, daun kol, selada karena keluarga kubis-kubisan ini banyak menghasilkan gas. Jadi tujuannya supaya perut nggak kembung.
  12. Nggak boleh terlalu banyak makan buncis karena buncis juga menghasilkan gas walaupun tidak sebanyak keluarga kubis-kubisan tadi. Begitu pula dengan kacang tanah karena menyebabkan gas juga.
  13. Jangan makan buah-buah yang asam dan mengiritasi seperti jeruk, jambu (terutama jambu batu karena kandungan vitamin C-nya tinggi, ingat vitamin C = asam askorbat. Asam!), tomat (buat atau sayur?), mangga, entah apa lagi. Hiks…. Padahal aku suka banget mangga 😦
  14. Jangan makan nangka. Jelas banget. Nangka bikin perut perih dan kembung. Nangka ini agak menipu. Rasanya manis, tapi sebenarnya menyakiti lambung.
  15. Buah yang paling aman untuk dimakan adalah pepaya dan mungkin juga melon (tak tahu pasti karena aku tak suka melon). Kandungan serat pepaya kan bagus, cocok untuk aku yang kurang suka makan sayur. Gara-gara sakit maag ini aku jadi sering makan pepaya padahal aku sebenarnya nggak menggemari pepaya. Habis mau gimana lagi, melon aku nggak suka, buah-buahan yang kusuka seperti mangga nggak boleh. Nah, daripada kekurangan vitamin dan kekurangan serat akhirnya makan pepaya, deh.
  16. Susu dan pisang tidak dilarang. Walaupun begitu, sebenarnya ini tergantung individunya juga. Ada orang yang punya sakit maag tapi bisa minum susu atau makan pisang tapi ada juga orang yang nggak bisa begitu. Aku sih biasanya malah jadi mules kalau minum susu. Aku juga kembung kalau makan pisang ambon. Pisang lain sih katanya aman tapi karena aku nggak mau coba-coba akhirnya semua pisang kujauhi.
  17. Waktu aku tanya apakah boleh minum jamu kunyit itu, ternyata kata dokter tak apa-apa. Memang itu obat maag juga. Jadi buat kamu yang lebih suka minum jamu, silahkan saja. Sudah banyak juga kok yang sembuh dengan minum jamu kunyit itu (menurut cerita dari berbagai orang). Tentunya harus rutin tiap hari, ya. Aku sih kurang telaten bikinnya, nggak terlalu suka pula. Makanya lebih baik akupunktur. Hehehe.

Itu soal makanan, selanjutnya soal pola hidup dan stress. Baru inget setelah ada komentar dari Mas Oscar (diasumsikan sebagai Pria)

  1. Dilarang bergadang. Tidur paling lama jam 11.00 malem. Alasan : Agar badan tidak stress. Stress itu ngaruh banget ke maag. Yang maag pasti taulah. Begitu stress, langsung perut perih. Selain itu, untuk yang diet…kalau kamu bergadang, pastinya kamu bakal laper lagi, kan? Pasti kamu makan lagi, tuh. Nggak turun-turun, dong berat badannya? Terus…begitu tubuh mendapatkan sinyal stress, misalnya karena terlambat tidur, bergadang, kecapaian, lupa makan, dan sebagainya, tubuh dengan otomatis akan menimbun makanan. Nah, lho!
  2. Kurangi stress. Stress fisik (terlalu lelah, terlalu banyak kerja) ataupun stress mental (terlalu banyak pikiran, marah-marah). Dekatkan diri pada Tuhan (rajin ibadah, baca kitab suci), atau pun cara-cara relaksasi lain seperti yoga, memanjakan tubuh (biasa cewe, nih), nyanyi, nonton, apapun. Aku biasanya baca, nonton, atau main game. Tapi kalau stressnya lumayan, bisa juga nyanyi teriak-teriak. Biarin kaya orang gila! Daripada dipendem terus jadi penyakit? Ya, nggak? Asal jangan ngamuk-ngamuk ke semua orang aja, termasuk yang nggak punya masalah ama kita. Itu mah bukan nyembuhin, malah nambahin masalah. Jangan juga ngerokok dan mabuk-mabukan! Itu cuma bikin seneng sesaat, buntutnya panjang. Malah ngerusak badan, soalnya. Jadi tulisan ini jangan dijadikan alasan untuk melakukan hal-hal yang tidak baik, ya! Ada resep dari Dr. Oz (yang suka liat Oprah pasti tau) :Β  Resep pertama : basahi bibir, terus dimonyongin kaya orang mau bersiul, terus hisap (jadi bukan dihembus). Nah, ntar kan terasa tuh ada hawa dingin di bibir. Itu yang mengirimkan sinyal rileks ke otak. Begitu katanya. Resep satu lagi : Gigit kepalan tangan anda (jangan keras2, yang penting mulut terbuka), atau gigit gabus. Fungsinya untuk merilekskan otot rahang dan mengirim sinyal2 ke otak agar rileks.
  3. Olah raga. Tapi jangan olah raga saat tubuh sudah kelelahan, ya. Kasian πŸ˜› Ntar malah stress pula. Kecapaian.

Intinya : Sayangi diri Anda! Cintai diri Anda! Perhatikan diri Anda! Jalankan pola hidup sehat!

Ada satu lagi resep untuk sakit maag. Ini resep dari temanku, Alia, mungkin berguna. Makan kuning telur ayam kampung mentah pagi hari saat perut masih kosong. Resep yang ini belum kucoba, sih. Heu…. Mentah, gitu. Jadi aku nggak tau kemanjurannya bagaimana. Tapi yang jelas sakit maag Alia langsung sembuh setelah sepuluh hari mengkonsumsi kuning telur ayam kampung mentah.

Aku menjalani terapi akupunktur selama tiga bulanan. Lumayan lama juga. Dikasi peer pula. Aku diharuskan mencatat apa-apa saja yang kumakan dalam sehari. Setiap habis makan apa, langsung catat. Tiap yang dirasakan perut juga harus dicatat. Kapan aku merasa kembung, kapan merasa mual, kapan merasa perih. Untuk kontrol. Setelah lebih baik, mulailah aku agak-agak bandel. Coba makan pisang goreng tiga biji, perutku agak kembung. Karena ada catatannya dokter bisa bilang, “Wah! Ini pisang gorengnya terlalu banyak! Makanan yang lain bagus, tapi pisang gorengnya itu kebanyakan!” Coba makan es krim, tak apa-apa. Laporan ke dokter, “Dok, aku dah bisa makan es krim dan perutku nggak kenapa-kenapa.” Yah, begitulah. Jadi belajar lagi untuk mendengarkan tubuh sendiri.

Setelah tiga bulan di akupunktur, akhirnya aku bisa dilepas. Nggak perlu akupunktur lagi. Tapi, ya itu. Tetap harus jaga makan. Selalu makan nasi tiga kali sehari. Aku kapok makan mie atau roti sebagai pengganti nasi. Selain itu, karena selama tiga bulan itu aku selalu memperhatikan makanan yang akan kumakan, sampai sekarang kebiasaan itu terus terbawa. Kalau liat menu di rumah makan, otomatis otakku berpikir. Bahannya apa? Berbumbu merangsang atau nggak? Tepung? Gitu, deh. Sudah jadi bagian dari gaya hidup, sih.

Sekarang sih sudah berani nyemil-nyemil biskuit, makan pizza sepotong, tapi tetap nggak berani banyak-banyak. Kapok banget! Sakit maag tuh nggak enak. Banyak makanan enak yang tak bisa kumakan. Oh, minggu lalu akhirnya aku makan burger! Ah, senang! Setelah sekian lama nggak makan burger πŸ™‚ Perutku aman damai saja. Syukurlah.

Efek samping dari makan nasi tiga kali sehari : berat badanku turun empat kilo. Kemaren sudah kegemukan. Setelah akupunktur dan makan nasi tiga kali sehari berat badanku kembali ideal. Hehehe. Yakin karena nasi karena sampai sekarang berat badanku nggak naik lagi. Yah, paling naik sekilo tapi setelah itu turun lagi. Memang dokternya bilang begitu, “Nasi tuh yang paling bagus. Coba aja kamu makan nasi tiga kali sehari, jangan makan tepung-tepungan (mie, roti, kue) tapinya, nanti berat badan kamu bakal ideal dengan sendirinya. Kalau emang kegemukan, nanti bakal turun sendiri lalu berhenti di titik ideal. Tentunya makan nasinya jangan berlebihan, ya! Seporsi biasa kamu aja.”

Iklan

83 thoughts on “Aku dan Sakit Maag

  1. thx mba/maz aini saranna, ak jd lbih taw gmna mmperlakuen maagku, ak juga sma pny maag ri 1 smp, semnjak lulus s1 maagku tmbh prah, scra ak skrg ge nglnjut kuliah profesi 2taon yx mmbkin pola mknku tmbh ga jelas, pdhal ak notabene orx kesehtan tp ak tidak terapin itu pda driku sndri, memang pyah se, hehehe ….. thx u ajalh lya….

  2. Numpang tanya Aini, ini dokternya dimana dan siapa boleh tahu ? Karena sepertinya saya punya masalah yang sama dan jujur agak meped masalah biaya. Jadi mau yang cespleng. Selama ini dah jaga makan, cuma kok ya…lamban kemajuannya, butuh bantuan medik sepertinya.

  3. @ putra : Wah…gawat juga,nih. Ayo, Mas. Masa orang kesehatan nggak sehat πŸ˜›

    @ Oscar : Jangan-jangan Mas stress juga, tuh. Jadi inget, aku belum masukin pola tidur, ya? Holoh. Kelupaan. Ntar aku tambahin dipostingan, deh.
    Dokterku melarang begadang. Biar badan nggak stress. Tidur paling lambat jam 11 malem.
    Terus kurangi stress fisik (kerja diforsir abis), kurangi juga stress mental (marah-marah, atau banyak pikiran). Cari cara supaya rileks. Bisa baca kitab suci, denger lagu, yoga, olahraga, tidur, nonton, jalan-jalan, dst. Tinggal pilih aja. Teriak2 kaya orang gila juga boleh. Biasanya kalau aku stres gitu, aku nyanyi sambil teriak-teriak. Hehe.. Atau resepnya Dr. Oz: gigit kepalan tangan anda (jangan keras2, yang penting mulut terbuka), atau gigit gabus. Fungsinya untuk merilekskan otot rahang dan mengirim sinyal2 ke otak agar rileks. Atau satu lagi : basahi bibir, terus dimonyongin kaya orang mau bersiul, terus hisap (jadi bukan dihembus). Jangan ngisep rokok aja πŸ˜›

    Psst..membiasakan diri untuk mengunyah 32x setiap suapan saat makan juga bikin tubuh jadi lebih santai dan menikmati hidup, lho. Ini sih pengalamanku, ya.

    Mas orang Bandung? Dokterku namanya Shelly, praktek di yayasan Tzu Chi Jl. Ir. H. Juanda no. 179 (di perapatan simpang, pas di seberang McD. Dulunya gedung bank), hari senin ma rabu sore. (Kalau tak salah. coba aja ditelpon dulu. Yang bisa akupunktur di situ cuma dia). Tapi harus disiplin, Mas. Akupunkturnya gak boleh bolong-bolong. Harus dateng terus. Satu sesi tuh 6 minggu, 12 kali akupunktur. Jadi musti nyiapin waktu ma dana. Musti nurut pula ma diet yang dia anjurkan. Dikasi peer juga, bikin catatan makanan. Hehe..
    Alternatif lain ke poliklinik ITB. Di situ ada juga akupunktur. Tapi bapak yang meng-akupunkturnya bukan dokter. Kalau mau, mending dateng dulu hari senin atau kamis pagi jam 9an gitu, pas bapaknya praktek. ntar tanya aja kalau mepet biaya gimana. Di poliklinik ITB ini ada yang gratisan (bayar serelanya), tapi yang meng-akupunkturnya murid2 si bapak.
    Kalau di poliklinik ini sih gak pake peer segala. Beda-beda emang. Kalau dr. Shelly emang ngajarin bahwa kesembuhan seseorang itu bukan hanya bergantung ma dokter, tapi justru pasien punya andil besar. Jadi memang pasiennya harus proaktif dan perduli ama tubuhnya.
    Ada alternatif lain. Tapi mahal, jadi aku tak ingat. Katanya ces-pleng banget. Cukup sekali dateng langsung sembuh (aku sih kurang percaya ama yang langsung sembuh gitu).

  4. hmm…stress sih lumayan iya.. hahahah istilahnya kayak kerja setoran cuma belakangan ini dah mulai (dibuat) santai. Duh di Bandung ya.. Aku di jakarta. andai ada info untuk yang di Jakarta. Mungkin sekarang ikutin dulu deh yang dibilang, lower the stress level dulu kali ya.. parah dah nih.. Terima kasih atas infonya.. kalo ada update news lagi tolong dikabarin ya.. Matur nuhun

    • @Oscar: Musti nyari akupunktur yang di Jakarta berarti, ya? Hmm..temenku ada yang sakit maag sampe gak bisa berdiri tegak. Tapi sejak menikah jadi jarang sakit maag. Mungkin karena makannya jadi teratur. Klo katanya, sih karena jadi terpaksa sarapan πŸ˜€
      Udah coba resep tradisionalnya? Yang makan kuning telur ayam kampung mentah? Atau bikin jamu kunyit (menurut dokterku emang baik buat maag)? Atau ke apotik dan beli β€˜nuser’. Ada yang bilang bagus, sayangnya aku belum coba. Lebih suka yang alami, sih πŸ™‚

  5. Hi Mbak Aini,

    saya mau tolong tanya….

    1. Dulu ketika sakit maag apa pernah merasa dada terasa penuh, sesak, perut kencang (kembung) setelaha makan dan sering sendawa?

    2. Berapa kali Mbak di akupuntur selama 3 bulan itu?Apa teman mbak juga sembuh dari sakit maag oleh dr Shelly?

    3. Apa mbak sudah sembuh total/ tidak mengalami lagi gejala2 sakit maag?

    4. boleh minta no telp dr Shelly?

    Thanks

  6. @Herman:
    1. Hum. Dada terasa sesak aku gak inget. Perut kembung setelah makan, iya. Sering sendawa, iya juga. Wah, kalo malem jadi susah tidur. Gak enak banget rasanya.
    2. Hum..berapa kali, ya? 3 bulan kan 12 minggu, 24 kali ada. Tapi tergantung tingkat keparahan juga. Katanya biasanya 12 kali (1 sesi) juga cukup. Nah, berhubung maag-ku kronis lumayan parah, jadi 24 kali (2 sesi). Mungkin kalo parah banget bisa lebih lama. Dan, tetep, musti nurut aturan dokter, jaga makan, jaga diri supaya gak stres juga.
    3. Sembuh total? Wah, susah juga, nih. Alhamdulillah udah baik, udah bisa makan burger. Tapi sampai saat ini aku masih jaga makan, kok. Karena maag kronis tea, trus udah tau rasanya gak enak banget, jadi gak pengen sakit lagi, akhirnya aku memutuskan lebih baik tetep jaga pola makan, jangan terlalu banyak, jangan terlalu sedikit, makan besar tetap nasi dah nggak pernah diganti menu lain, makan sambel dikit aja (alhamdulillah ga pa pa), masih jaga waktu tidur juga. Intinya tetap menjaga pola hidup sehat πŸ™‚
    4. Wah, aku baru dapet kabar. Dr. Shelly ke Belanda, ngelanjutin S-3-nya. Tapi kalau mau, ada no. telp Tzu Chi 0222534020. Siapa tau ada penggantinya.

  7. mbak aini akhir2 ini aku ngerasain mual mual yang kontinu,,2x mual trus muntah,,,apa aku sakit maag,,,badan aku kurus banget sekarang,,klo aku nurutin apa yang mbak aini saranin apa ga akan tambah kurus,,,(menu diet bukn)?

    klo akupunktur di dago biayanya brapa skali dateng,,soalnya aku jg hrs siap2biaya

    • Waduh, aku bukan dokter jadi nggak berani men-diagnosa. Tapi katanya, kalau ulu hati ditekan dan terasa sakit, itu maag. Tapi coba cek ke dokter aja, Mbak Rita. Biar lebih pasti.
      Biaya di Dago itu sekali akupunktur 35ribu. Tapi karena seminggu dua kali, berarti seminggunya 70ribu.
      Bisa juga coba ke Poliklinik ITB, dulu aku 65ribu sekali dateng, dan seminggu cukup sekali dateng aja (jadi lebih murah 5ribu per minggu). Terus, katanya sore harinya ada akupunktur yang bayarnya serelanya (jadi bisa lebih murah lagi). Silahkan dicek saja ke sana, soalnya aku takut salah ngasi info πŸ™‚
      Semoga Mbak Rita cepet sembuh πŸ™‚

  8. Terima kasih ya. Tulisannya sangat menginspirasi aku, dan yakin sekali bahwa maag bisa sembuh total. Salah satu tips yang barusan saya coba adalah mengunyah makanan minimal 32 kali.
    Alhamdulillah, ini juga kebiasaan Rasul.
    Terima kasih ya.

  9. Halo Mbak Aini,

    Saya baca katanya selama di akupuntur, Mbak makan nasi tiga kali sehari. Kalau misalnya setelah 2 jam makan nasi, Mbak merasakan lapar, apa yg Dokter akupuntur suruh lakukan? Makan nasi lagi atau makan biskuit?

    Thanks dan mohon informasinya…

    Salam
    Herman

    • Hum… Biasanya dokterku bilang gini, “berarti porsi makan kamu kurang, jadi kamu musti belajar nakar porsi makan kamu yang pas supaya kamu tetap kenyang sampai waktu makan berikutnya. Jangan terlalu banyak sampai akhirnya kekenyangan. Jangan juga terlalu sedikit sampai akhirnya kamu cepat lapar.”
      Hum… tapi kalau emang lapar sih disarankan minum air putih saja. Minumnya yang tertib, duduk, dan diteguk seteguk-seteguk. Seteguk-diem-seteguk lagi-diem lagi. (jangan ditenggak habis segelas). Kalau nggak manjur juga, makan buah, bagusnya pepaya. Biskuit? Kan tepung…jadi nggak boleh 😦

  10. aini, aku ada bbrp pertanyaan nih.
    sebelum mutusin ke akupunktur, kamu udah sempat sakit maag berapa lama?
    di akunpunktur selain tusuk jarum apakah jg diberi obat2an lain?

    • Sebelum ke akupunktur itu aku sakit maag sekitar 3 bulanan gitu. Udah ke dokter, minta ganti obat, gak sembuh juga.
      Awalnya sih dikasi obat. Enzim untuk membantu pencernaan sama obat untuk entah apa. Tapi itu juga dikasi obat gara-gara maagnya udah parah banget. Setelah dua minggu sih berhenti, gak pake obat lagi πŸ™‚

  11. Mau tanya nih,.klo dah kena maag makan kan harus diperhatiin bgt,pedes,asem,b’lemak,sayur2an jg tertentu..trus orang maag blh makan apa donk?bosen jg klo menuny itu2 mlulu.,mgkn mb aini punya resep khusus utk org skt maag?
    Thx b4.

    • Wah! Resep makanan, ya?

      Hmm… apa, ya? Karena waktu itu terpaksa makan yang seperti itu, akhirnya terbiasa juga, sih. Jadi nasi pakai tahu tempe kecap dan tumis kangkung aja udah kerasa enak πŸ™‚

  12. Hmm,emng nggak bosen ya mb?tempe tahu nggak boleh yg digoreng?kalo daging2an:ayam,sapi,kambing.,ikan,emang nggak blh ya?
    Saya baru aja kena maag nih(ato baru ketauan ya)..jd baru penyesuaian diit mknan..
    klo saya, perut sakit cuma kadang2 aja,tp yg nggak enak bgt ulu hati n dada kerasa nyeri,dada jg suka kerasa penuh/sesak sth mkn..tp sptny mb aini nggak merasakan spt saya ya..?

    • Mulanya tersiksa juga. Yah…yang dulu boleh makan pizza, tau-tau nggak boleh. Bisa minum soda, tau-tau gak boleh. Makan mie instan juga gak boleh. Wah! Itu siksaan berat. Apalagi kalau ada yang makan makanan yang aku suka di dekat aku. Wah! Tega beneeerr.

      Tapi, ya…aku jalanin aja sih–dengan berkeluh-kesah karena bosan lauknya terbatas, gak bisa makan atau minum yang aku suka. Soalnya aku gak mau kalau sampai maagku terlalu parah dan akhirnya tergantung dengan obat maag yang harganya mahal-mahal itu. Mending uangnya dipake yang lain, kan? Beli buku, misalnya. Xixixi…

      Dada sesak setelah makan itu kalau nggak salah tanda kurang enzim pencernaan. Tapi coba dikonsultasikan ke dokter supaya dia juga tau apakah dia perlu ngasi enzim atau nggak.
      Kalau ulu hati nyeri, iya. Kalau ulu hati sakit saat ditekan, itu tanda maag.

  13. mbak aini sy mau tny, pas mbak dl sakit maag, setiap pagi pas bangun tidur merasa perut nggak enak nggak seperti rasa eneg?

    trims

    • Pagi bangun tidur rasanya sih iya, gak enak gitu. Males makan.
      Kalau malam…iya…bener banget. Gak bisa tidur gara-gara perut kembung gak jelas.

  14. sebaiknya bagaimana ya mbak? soalnya sy sdh sakit sekitar mau sebln, semenjak sdh slsai kuliah, pola makan sy berubah, biasanya makan 4x sehari (termsk sarapan) menjadi 3x sehari (termsk sarapan). Apa mgkn karena itu, jadi produksi asam menjadi berlbhan.

    trims

    • Mungkin karena itu, ya? Hmm..

      Makan 3 kali sehari dan tepat waktu aja, mungkin?
      Atau…konsultasikan pada dokter πŸ™‚
      maaf…aku bukan dokter, sih 😦

  15. mau tny ni mbak, kl yg keluhan pagi ada rasa eneg dan malam perut kembung itu apakah bisa hilang mbak? kl kita udah sembuh sakit maag nya?

    makasi

  16. aku juga kena penyakit maag/gastritis, mulanya gejalanya ulu hati terasa dingin, nafas terasa berat dan disertai demam ringan dan pusing
    apakah mbak juga mengalami gejala demikian ?
    aku udah lama banget ga sembuh-sembuh mbak, udah hampir setaun, kadang sih sembuh beberapa bulan terus kumat lagi, terakhir ini udah 1 bulan lebih belum sembuh2 juga, udah kedokter dikasih obat macam2 belum sembuh-sembuh juga, aku udah usg juga dan memang positif gastritis kata dokternya

    • Yep. Gejalanya sama.

      Maag itu yang penting disiplin, Mas. Jaga pola hidup sehat (waktu makan teratur, porsi makan tetap, waktu tidur dan istirahat juga teratur, kendalikan stress).
      Coba juga pengobatan alternatif, Mas. Misalnya akupunktur atau minum jamu untuk maag. Ada beberapa resep jamu untuk maag, tapi yang saya tahu hanya jamu kunyit saja. Katanya bisa juga pakai pisang, tapi saya nggak tahu resepnya.

  17. ass.
    “aini aku mau tanya sama kamu.
    ,waktu kamu sakit maag kamu suka demam ga siang nya terus malam nya ngga demam lagi?
    ,trus suka sering masuk angin ga?
    jawab iaaa aini.
    hehehe

    • Hmm…pernah sih maag yang sampai demam, tapi udah lama jadi aku juga lupa 😦

      Masuk angin atau kembung? Kalau maag biasanya kembung aja πŸ˜€

  18. hii kak aini..
    saya jg sakit maag neh udh 2bln lbh gt..tpi ga gt sering, kadang2 aja..but trakhir ambulant ni pas tgl 1 maag ku kambuh..ga sakit2 amet,msh bs jalan gt,,cuma sakitny seharian smpai ga bs tdur jg..udh mkan obat tpi ga hilang..akhirny pke kain handuk truz dkasih air panas dan dtempelin dperut..akhirny bisa reda..truz tgl 13 kambuh lg..skitny spt gt jg..tpi ga separah tgl 1 kmren..kmudian mkn obat truz pke kain handuk gt n hilang maagny..
    smenjak sakit tgl 1 kmren saya makan bubur + lauk tiap hari smpai ketempat kerja jg bawa bekal..kcuali dkampus saya makan nasi.
    walaupun maagny ga kambuh,tpi klo makan terlalu byk prut trasa mual2 n mw muntah2 gt(ini sudah lmyan lama,kira2 hmpir 4bln gt),,n skg saya konsumsi obat sanMag tiap hari(dkasih dr tmen ortu, ktany utk menekan asam lambung).
    krn saya ga bs mkan byk,porsi mkn saya dkurangin,,n cpet laper..jdny klo udh lper ya lsg mkan,,(ga ssuai jadwal makan)tkut perut kosong.
    kira2 apa ya yg harus saya lakukan supaya bs cpt smbuh..

    • Hmm…

      Obat maag itu kadang-kadang bisa jadi simalakama.
      Di satu sisi lambung butuh asam lambung untuk mencerna makanan. Kalau asam lambung kamu kurang, makanan bakal sulit dicerna dan akibatnya bisa mual dan kembung setelah makan (biasanya bisa dibantu dengan mengonsumsi obat khusus yang mengandung enzim. Tujuannya ya untuk membantu mencerna makanan.)
      Tapi kalau asam lambung berlebih (dan juga perut sering kosong), akibatnya dinding lambung bisa terkikis dan luka.

      Saranku sih mending ke dokter aja untuk mendapatkan pengobatan yang terbaik (apalagi karena sakit kamu udah lama banget). Ceritakan saja semua yang sudah kamu alami, termasuk obat yang kamu konsumsi, sudah berapa lama ngalamin maag ini, apa saja yang kamu rasakan supaya dokter lebih cepat “ngeh” dengan penyakit kamu supaya penanganannya bisa lebih tepat dan cepat.

      Bisa juga coba minum jamu kunyit setiap pagi saat lambung masih kosong. Fungsinya untuk mengobati luka di lambung karena kunyit kan punya khasiat antibiotik. Kalau mau enak, bisa ditambah dengan madu. (jangan minum kunyit-asam, kunyitnya memang bagus, tapi asamnya gak bagus buat lambung). Dan….tetep konsultasikan juga dengan dokter, ya.

      Oh…dan jangan berharap mendapatkan obat yang ces-pleng (sekali minum langsung sembuh). Kalaupun kamu dapet obat yang bisa ces-pleng, biasanya yang diobati hanya gejala saja (mual, kembung, dst) tapi penyakitnya sendiri belum sembuh. Akibatnya? Penyakitnya kambuh dan kambuh lagi. Lambung kamu sembuh sesaat, kamu senang, kamu makan bebas (baso dengan saus pedas, misalnya) dan lusa lambungmu sakit lagi.

  19. thanx replynya..
    emmzz..klo gt arahan yg hrus saya lakukan smakin jelas utk kdepannya..thanx jg pnjelasanny..
    btw jamu kunyit yg dalam kemasan or gmn ya.?

    truz bgusan ke akupuntur spt shinse2 gt or kdokter ya?
    soalny dtempat saya jg ada akupuntur gt..

    • Jamu kunyit bisa dibuat dari :
      – Kunyit segar diparut, ambil sarinya. Tambah air mateng secukupnya. Tambah madu sesuai selera.
      – Beli bubuk kunyit di tempat yang jual bahan jamu gitu. Dua sendok teh bubuk kunyit diseduh dengan air hangan, aduk, tambah madu secukupnya, biarkan ampasnya mengendap. Minum airnya (ampasnya jangan).

      Lebih baik ke dokter dulu buat periksa penyakitnya apa. Biar jelas dulu maagnya gimana. Setelah itu, baru ke shinse buat akupunktur.

      Lekas sembuh, ya πŸ™‚

      • oh..
        lbh praktis yg bubuk kyknya yah..

        emmm
        ok dhe akn sya konsultasi ma ortu utk cek kedokter..

        thanx banget yah ats saranny..
        n saya sdh mngikuti rambu-rambu sakit maag yang ga blh dmakan spt yg dtulis diatas..
        smoga bs lekas smbuh..amin

    • Lho? Aneh juga, ya? Padahal pepaya kan buah yang aman buat sakit maag. Hmm… Jangan makan pepaya kalau gitu. Barangkali memang Risa sensitif terhadap pepaya.

  20. Aslmkm,,, mbak aini makasih atas infonya,, q skrang bru tau apa yang harus dilakukan oleh orang yg mengidap penyakit maag seperti aq,,, thx mbk,, πŸ™‚

  21. mau tanya mba, akir2 ini bila mau makan sedikit saja kira-kira 1/4 porsi dimana itu kurang dari porsi orang dewasa perutku terasa mengganjal,dimana ganjalan itu terasa di bawah kedua paru-2,padahal sudah 4 jam dari makan pertama tapi tetap aja kalau mau makan masih terasa kenyang/kadangkala sy suka ngemil kaya m’ba.Apakah itu pertanda sakit maag?. Dan badan ku makin lama makin longgar,memang sy ini suka makanan seperti m’ba sebutkan pda item-2 diatas.Kalau gitu buah alpukat boleh gaa?

    • Kalau masih kenyang jangan dipaksa kali, ya? Tapi kadang bingung juga, sih. Sakit maag juga bisa bikin gak nafsu makan atau perut terasa masih kenyang. Amannya, sih makan beratnya teratur, pagi jam 7, siang jam 1, dan malam jam 5. Coba cek aja ke dokter, siapa tau penyakit lain dan bukan sakit maag.

      Buah alpukat…selama dalam proses penyembuhan maag sebaiknya dihindari karena berlemak (kuatir lambung cape). Tapi kalau bukan sakit maag, boleh aja dimakan. Enak, kan alpukat? Aku aja suka banget jus alpukat. Yum πŸ™‚

  22. sambil bikin post ini, saya lg bedrest drumah, dlm 1 bulan, maag saya uda 2x kumat pdhl trakir kumat itu uda lamaa bgt, satu stenga taonan lah.. –Kumat yg ptama, jam1 pagi kebangun gr2 sakit perut, bikin susu sereal lah saya, eh stenga jem kmudian lsg muntah, akirna ga bsa tidur smpe pagi.. Yg skrg, kbangun jg jam1, mual sangat,perut nyeri,uda gt mencret2 tiap 1jam dr jam1 pagi smpe skrg, bsa gila! Ga enak ama bos ambil cuti mendadak mulu huhu.. Pdhl dulu2 saya tahan cm makan 1x shari, secara ga biasa sarapan (bsa muntah!) trs ga mkn malem jg soalna takut gendut.. Tp mba kalo makan nasi 3x shari apa ga over ya? Saya rada menghindari nasi soalnya turunan gula dr keluarga bonyok itu kuat bgt, popo eh nenek dr pihak bokap n nyokap kena diabet smua.. Mohon pencerahan na πŸ™‚

    • Hmm….

      Mungkin perutnya gak kuat ma susu makanya jadi muntah gitu. Coba jangan minum susu, sereal, atau apa pun yang mengandung susu.

      Kalau soal nasi dan diabetes…mm…mungkin porsi nasinya dikurangi dan jangan minum atau makan yang terlalu banyak gula? (sereal kan mengandung gula juga, bukan?) Tapi mending tanya ke dokter aja, deh. Saya takut salah, soalnya bukan dokter 😦

      Semoga cukup mencerahkan. Saya doakan maag-nya lekas sembuh, ya.

  23. salam kenal..

    dah 1 bulan lebih aku kena gastritis. dah usg minum ber-macam2 obat sampe terakhir opname selama 3 hari gara2 badan terasa lemah lemas dan kepala terasa berat atau pusing, trombosit dan hb turun walau masih dlm ambang normal. sampe skrg dah lepas obat, tpi badan masih terasa lemah. pola makan dan tidurku memang tidak teratur.
    trims atas infonya, cukup membantu.

  24. Mba Aini nama saya Andreas. Baru kali ini saya nemu blog yang tepat buat maag. Kebetulan saya sudah hampir 18 bulan ini terkena maag. Awalnya Bln Nop 2008 perut kembung sekali sehingga jantung rasanya berdebar, tidur juga tidak enak. Saya pikir hanya masuk angin, ternyata terkena maag. Sudah periksa darah dan tidak ada bakteri Pylori. Pernah dikasih obat nexium, librax. Pengobatan saya lakukan 3 bulan, akhirnya putusin makan dan pola hidup teratur aja. Badan kembali normal tapi saya tau bahwa maag saya tidak seperti sebelumnya. Gorengan tidak pantang. Masalah muncul 2 minggu lalu saat di mekarsari minum juice sirsak and makan padang (baru kali itu makan masakan padang) , 2 hari kemudian perut tidak enak. Rasanya perut kacau dan pingin pub ( sory buang air besar ). Sudah kedokter 1 minggu lalu di kasih obat tripanzim dan racikan jenis librax. Mau sembuh total gimana ya? Pingin kembali ke masa masa kondisi maag ok ok aja. Kalau bisa hidup normal tanpa obat-obatan. Lalu ganti makanan roti apa dong, biasanya saya memang makan roti u/pagi. Oh iya kalau begitu paling aman makan makanan rebus aja ya. Saya oR Renang, paling tidak 1 minggu 1 x . Mohon sarannya , Tx.

    • Kalau mau sembuh total ya kembali ke pola hidup sehat…dan harus dilakukan terus-menerus. Saya sendiri sekarang agak “lepas kontrol” jadi kadang-kadang maag saya kambuh lagi. Tapi gak separah dulu, sih. Paling perih sedikit….dan gak sampai minum obat maag πŸ™‚

      Ganti roti…nasi aja, Mas. Enak kok makan nasi pagi-pagi πŸ™‚

      Mungkin paling aman memang makanan rebus, tapi waktu saya ngalamin sakit maag yang parah itu (yang akhirnya menyebabkan saya menulis posting ini) saya masih bisa makan nasi dengan lauk pauk yang digoreng atau ditumis. Tentu saja jumlahnya saya kurangi. Kalau gorengan seperti pisang goreng, bala-bala, combro, dan sebagainya sih benar-benar saya jauhi.

  25. Oh iya , aku mau tanya lagi ni emba.
    Saya ini paling seneng salad baik buah maupun sayur tapi sejak kena maag aku paling makan salad jagung, macaroni, agar, telur, kentang tapi tidak pakai mayo yang asam. Ok nggak sih ?
    Kemudian apakah minum/makan madu 1 – 2 sendok bagus untuk maag , saya mau coba.
    Kemudian kalau perut kembung bagus nggak kalau kita keluarkan dengan (maaf) sendawa? dari pada mendesak ke ulu hati ?
    Tx, buat infonya.

    • Jagung rasanya aman. Makaroni teh dari tepung, kan? Jadi mending dijauhi dulu. Agar aman. Telur aman. Kentang aman. Mayo gak aman. Kayanya oke-oke aja, tuh. Dicek aja, Mas. Setelah makan itu, apakah perut terasa aneh. Rasa anehnya gak langsung muncul. Bisa jadi kerasa gak enaknya baru 2 jam kemudian.

      Ada dua pendapat soal madu. Ada yang bilang bagus buat maag. Ada juga yang bilang kalau madu justru bikin perut perih kalau dikonsumsi dalam bentuk kental. Jadi sarannya adalah madu tersebut diencerkan terlebih dahulu. Satu sendok madu dilarutkan ke dalam satu gelas air, baru diminum.

      Ahaha…saya sih biasa sendawa. Lebih baik dikeluarkan daripada ditahan πŸ˜€

      Sama-sama. Semoga lekas sehat, ya πŸ™‚

  26. misi mbak,
    boleh numpang nanya?
    sy jg uda bbrapa bulan sakit maag, kata dokter produksi asam lambung berlebihan, mgkn krn stress..
    klo kunyit dalam bentuk kapsul / kaspul temulawak gitu efek gak ya buat bantu2 maag?
    thx ya

    • Mmm…kalau yang bentuk kapsul sih saya kurang tahu, tapi coba aja. Toh kunyit memang antibiotik. Bagus buat luka di lambung πŸ˜€

  27. Hallow mba Aini.
    Kebetulan bgt nih, saya juga baru divonis mengidap maag akut. Ga boleh makan ini itu, ga boleh stress, padahal gara-gara ga boleh makan macem-macem malah jadi stress nih hahaha.

    Mau tanya, emang diet yg seperti itu harus dijalanin seumur hidup? Atau nanti lama-lama bisa makan sesuka hati lagi? Sedih juga nih soalnya, saya hobi bgt makan, apalagi yg pedes2.

    Thx bgt tulisannya, sangat membantu dan saya mungkin akan ke dokter Shelly karena kebetulan sekali deket banget dengan rumah saya.

    • Halo Mas Ivan πŸ™‚

      Dietnya gak perlu seumur hidup, kok. Jalanin aja sekitar 1 tahun kalau emang parah banget πŸ˜€ Sekarang saya juga gak seketat itu, kok (kadang-kadang, kalau terlalu bandel, jadi sakit lagi, deh)

  28. Sukur deh kalo ga perlu seterusnya, soalnya saya hobi banget makan. Saat ini saya masih dalam pengobatan, kira-kira minggu lalu saya baru dari dokter Aminah di buah batu, beliau dokter spesialis masalah pencernaan. Dikasih antibiotik, dan obat-obatan lainnya. Tapi sampai skrg rasanya belum 100% pulih, perih, mual, pusing, lemes, dll sih udah ilang cuman masih suka kembung aja dan rasanya perut masih ga enak.

    Apa memang begitu yah kalo sudah parah? Atau hanya krn skrg saya tiba-tiba hidup sehat, berhenti ngerokok (walau kalo ga tahan masih suka sih 1-3 batang tp itu jauh lbh sedikit dibanding dulu yg bisa 2 bungkus sehari), ga ngopi, sama sekali ga minum teh dll. Pengen makan yg normal tp masih takut nih.

    • Hmm…kalau soal keluhan sih bisa dikonsultasikan lagi ke dokternya (kalau memang akan bertemu lagi). Mungkin memang sedang dalam tahap penyembuhan saja.

      Kalau perut masih terasa gak enak dan kembung…mending dietnya dilanjutkan dulu, Mas. Supaya luka-luka di lambung bisa sembuh dengan baik dan benar.

  29. Hi mba,
    Saya udah ke yayasan Tzu Chi tp Dr Shelly udah ga disana tuh, katanya lagi spesialis. Ada referensi lain ga?

  30. @mas Ivan

    mas kalo boleh tau dulu pas sakit maag ada gejala demamnya nggak ya? trus udah endoskopi atau test H.pylori? setahu saya antibiotik buat basmi bakteri H.pylori tsb. kalo boleh tau antibiotik ma obat yg dikasih dokter apa aja mas?

    trims sebelumnya

  31. Saya ga ampe demam hebat sih ngga, kadang ngerasa cape bgt, kalau sampai perih ulu hati jg ga sering, kalo GERD cukup sering, paling sering sih kembung. Belom pernah endoskopi soalnya belum disuruh juga sih ama dokternya. Antibiotiknya dikasih Biothicol, saya ga disuruh tes darah dulu, mungkin dokternya curiga kearah sana.

    Duh masih aja suka kembung nih perut.

  32. O??? Biothicol? seharusnya obat tu da jarang dipake and bukan untuk GERD.. Setengah tahun yang lalu aku dikasi obat itu tambah parah pula GERD ku (dokter salah diagnosis katanya tifus), disertai mencret tiap 2 hari sekali selama setengah bulan…tambah kurus beberapa kilo.. karena konsumsi obat itu gak sembuh2, dibawa ke Penang dokter sana terkejut biothicol masih dipake di sini.. So bagusan hentikan biothicol (obat untuk tifus) karena gak sesuai untuk pengobatan GERD…

  33. salam kenal mbak…

    mantap sekali tulisannya mbak. sekarang ane juga lagi nyobain resep2 mbak di atas. btw ada yang mau ane tanyain. selama maag kalo pagi hari mbak kerasa mual2 nggak? trus malam2 sering terbangun gara2 maag? kalo iya bisa minta tips buat ngakalin mual pas pagi harinya ma saat kebangun malem hari mbak?

    trims sebelumnya

    • Salam kenal πŸ™‚

      Pagi mual gak, ya? Lupa. Tapi yang jelas malem, sebelum tidur, perut kembuuung banget. Kalau terbangun karena maag, lupa πŸ˜€

      Tips ngakalin mual juga tak ada. Paling sih kalau kerasa kembung gak enak gitu, minum air hangat…yang benar-benar hangat….cenderung panas malah…biar angin pada keluar.

  34. trims replynya

    ow gitu ya… jadi begitu bangun tidur sebaiknya minum air anget biar keluar kembungnya ya. kasus ane jg gitu kalo (maaf) di pup in pagi hari baru enak rasanya. trus biasanya sarapan pagi pake menu apa? ane nyobain makan nasi rasanya gak kuat aja gitu. mungkin masih terbawa mualnya ya? kalo bubur ama havermut atau oatmeal boleh ya mbak? tapi itu kan sepertinya gak tahan lama kenyang nya…

    thx sebelumnya

    • Minum air anget pagi juga bisa ngerangsang buat ke belakang πŸ˜€ xixixi

      Biasanya aku sarapan nasi aja, sih. Kalau masih mual gitu ya makan bubur (tentunya tanpa merica, sambal, kacang kedelai, dan semua yang gak boleh itu). Kayanya havermut atau oatmeal aku belum pernah nyoba, soalnya tau kenyangnya gak lama πŸ˜€

  35. thanks replynya mbak maaf lama gak buka inet

    awal2 sakit maag lambung mbak jadi sensitif nggak? maksudnya milih2 makanan. sekarang lambung ane jadi sensitif banget (pedes ma asam dikit aja udah rewel) padahal 2 bulanan yg lalu gpp mbak. kalo iya sekarang mbak udah isa makan seperti biasa lagi (gak rewel ma pedas ma asam dikit aja)?

    • Iya. Kalau lagi maag biasanya gitu. Makan pedes, asem, mie, dll, langsung rewel.
      Sekarang udah bisa makan biasa, gak rewel. Aku udah bisa makan mie instan, kok. Emang sih karena takut maag kumat lagi, biasanya mie itu jadi lauk nasi. Jadi makan nasi dengan lauk mie πŸ˜€ Tapi sesekali pernah juga makan mie instan semangkuk, dan perut gapapa. Tentunya setelah makan besar dengan nasi, ya. Kalau makan besar dengan mie doang tanpa nasi kayanya aku cari penyakit πŸ˜€

      Kadang-kadang (tapi jaraaaang banget) perut rewel juga. Biasanya kalau udah gitu aku jadi mikir apakah dalam berapa hari sebelumnya pola makanku kacau. Misal, beberapa hari telat sarapan, makan siang berlebihan (segala dimakan), terlalu banyak makan camilan, semacamnya. Nanti kalau aku kembali sopan dan santun (makan dengan baik, teratur, gak berlebihan, tepat waktu, tidak terlambat), biasanya sehat lagi πŸ™‚
      Rewel itu alarm dari lambung buat ngingetin supaya makannya yang bener πŸ˜€

  36. jadi lambung sensi itu emang isa kembali seperti semula ya, tapi mungkin emang butuh waktu buat nyembuhin aja selama kita teratur ma telaten ngerawatnya ya mbak? brarti sekarang sedikit pedas dan kecut juga udah bisa masuk ya mbak hehehe…

    mudah2an dengan kesembuhan mbak aini bisa menjadi motivasi untuk tidak menyerah bagi ane dan teman2 seperjuangan ane dalam menghadapi penyakit ini. makasih tips dan tricknya ya mbak aini..

Komentar ditutup.