Panas Dinginnya Menerjemahkan Harlequin

“Ah, gampang”, pikirku saat membaca naskah asli novel Secret Fantasy yang dipercayakan kepadaku untuk diterjemahkan. Aku bisa membayangkan sosok tokohnya, membayangkan apa yang terjadi antara si wanita dengan si pria, ikut tersenyum-senyum, ikut berdebar, ikut menyelami perasaan si wanita dan memahami apa yang ada di benak si pria.

Tapi … tapi … begitu tanganku ambil posisi di atas keyboard, tiba-tiba jari-jari ini jadi kaku. Otakku serasa beku. Aku panas dingin. “Aduh, kalau kalimatnya gini, pembaca ikut terhanyut gak, ya?” atau “Eh, rasanya ada istilah khusus deh untuk menyebut ini”. Seumur-umur, aku tuh cuma punya satu novel Harlequin. Itu pun iseng beli pas liat ada diskon, ditambah penasaran karena teman perempuanku suka. Dan itu aku beli kira-kira sepuluh tahun lalu. Bayangin!

Baru saat itulah aku sadar sesadar-sadarnya bahwa ternyata menerjemahkan Harlequin itu SUSAAHH!!

Jadi apa yang kulakukan? Aku pergi ke toko buku dan memborong Harlequin demi mempelajari gaya bahasa dan kosakatanya, terutama kosakatanya. Aku rasa perlu ada kamus khusus untuk novel semacam ini, deh.
Dan saat menerjemahkan, aku tanya-tanya ke suami dan juga teman-teman “eh, kalau kalimatnya begini, ngerti nggak? Udah cukup hot? Apakah terlalu vulgar?”
Lalu jawabannya: “Kok membosankan?”
Haduh!

SUSAAAH!
Tak akan sekali-sekali lagi aku meremehkan penerjemahan Harlequin.
Beneran S-U-S-A-H!

Iklan

8 thoughts on “Panas Dinginnya Menerjemahkan Harlequin

  1. Wah, harusnya jelasin juga dong apa yg bikin susah, misalnya dgn menyertakan contoh kalimatnya dan apa kalimat hasil terjemahanmu. 🙂

Komentar ditutup.