Typo Fatal (#2)

Kembali cerita typo gila yang membuat makna kalimat melenceng jauh.
Kalau tak salah sebagian besarnya dari novel Simply Sexy:

  • “Apa maksudnya?” aku beratnya.
    Si ‘aku’ ini beratnya berapa kilo, sih? Oh, bertanya, toh!
  • “Dia memilih sepadang kuda cokelat.”
    *Spontan membayangkan kuda cokelat sejauh mata memandang.* Buanyak beneeer. Ternyata cuma sepasang.
  • “Tempatku lebih depak.”
    Perasaan mood-nya lagi bagus, deh… kok malah main depak? Oh… lebih dekat. Jiyaah!
  • “… ia takut Rina akan membantingkan pernikahannya…”
    Gila banget si Rina! Pernikahan dibanting-banting. Eh… ternyata… membandingkan.
  • “Luar biasa bukan bertapa aku bisa…”
    Sudah bertapa berapa tahun? Eh… betapa, toh?!
  • “X mengangkan sebelah alisnya”…
    *Spontan membayangkan alis ngangkang.* Lhaa?? mengangkat toh?
  • … melepas jaketnya lalu menggantuk benda itu…
    Gantuk? Getuk? Kutuk? Oh, menggantung!!!
  • Dia mengenakan kacamata dan setelah cokelat…
    Memangnya sebelumnya apa, toh? Halah… ternyata setelan!
  • “… karena itu asrama sesaat adalah solusi yang tepat.”
    Ooo… kos-nya cuma satu-dua hari kali? Asmara!! Haduuh!

Insurgent

  • “Menghilangkan nyawaku tanpa alasan yang bagus adalah cara yang sangat burung…”
    *Spontan ngakak karena baru saja main Angry Birds buat meredakan jenuh. Seharusnya buruk.

Novel lain yang belum terbit:

  • Kau berusaha melindungimu.”
      Kau… melindungi… mu…? Kok? Ya ampuun… ternyata “Kami berusaha melindungimu.”
  • “… dia mengumpat seperti bajak kalut mabuk…”
    Sudah kalut, mabuk pula. Seharusnya bajak laut mabuk.
Iklan