Ingin Jadi Penerjemah (Buku)?

Aku ingin jadi penerjemah, tapi aku bukan dari jurusan Bahasa. Bisa tidak?
Aku lulusan Biologi, lho. Master pula 😛

Kalau mau jadi penerjemah, harus pernah tinggal di luar negeri, ya?
Sampai saat ini aku belum pernah ke luar negeri, apalagi tinggal di sana.

Skor TOEFL mesti gede, ya?
Kalau yakin dengan kemampuan bahasamu, coba aja melamar jadi penerjemah, tak usah mikirin skor TOEFL.

Wah, jadi tak perlu dari jurusan Bahasa, ya? Tak perlu pernah tinggal di luar negeri juga? Tak perlu skor TOEFL tinggi? Gampang banget ya jadi penerjemah?
Yee, kata siapa? Tidak sembarang orang bisa jadi penerjemah. *berdiri dengan pose sombong sambil kipas-kipas*

Jadi bagaimana, dong?
Begini. Buat jadi penerjemah, yang penting adalah:

  1. Mampu memahami bacaan berbahasa asing dengan baik. Bagaimana mungkin seseorang jadi penerjemah kalau memahami bacaan saja tak bisa?
  2. Mampu menulis menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan bahasa yang luwes dan mudah dipahami. Kalau kamu memahami isi bacaan tapi tidak mampu menyampaikannya kembali dengan bahasa yang dapat dimengerti pembaca, bagaimana mungkin jadi penerjemah?
  3. Menguasai materi.
  4. Mampu memenuhi tenggat. Jadi mesti pintar mengatur waktu kerja.

Aku mampu menulis, tapi kalau mesti Bahasa Indonesia yang baik dan benar, jadinya kaku.
Kamu sudah berada di jalan yang benar. Cobalah sering-sering latihan menulis resensi buku.

Honornya bagaimana?
Honor tergantung penerbit. Ada penerbit yang menghitungnya per halaman jadi, ada yang per huruf tanpa spasi, ada yang per huruf dengan spasi. Per halaman mungkin sekitar 12-15 ribu per halaman. Kalau per huruf … yang aku tahu baru Gramedia, tapi bisalah dijadikan acuan. Gramedia menetapkan Rp4 – Rp14 per karakter dengan spasi baik untuk naskah fiksi dan non-fiksi, seperti juga disebutkan di tulisan ini. Baca juga Berapakah Honor Penerjemah Buku.

Bagaimana cara menjadi penerjemah?
Silahkan baca dan resapi:

  1. Tulisan Mbak Femmy ini. Lengkap banget. Jangan lupa baca semua komen di bawahnya (panjang memang, tapi sangat mencerahkan).
  2. Tanya jawab dengan Mbak Dina Begum.
  3. Jawaban Mbak Rini Nurul Badariah atas pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan seputar dunia penerjemahan.

Bikin surat lamarannya bagaimana?
Ada di sini. Di salah satu bagian tulisan ini ada tips kalau kamu melamar via e-mail.

Harus melamar, ya? Langsung diterima?
Umumnya melamar, tapi jalan tiap orang beda-beda, kok.

  1. Mbak Rini melamar, menjalani tes penerjemahan, dan akhirnya lulus.
  2. Mbak Dina sempat ikut kursus penerjemahan di UI.
  3. Mbak Poppy jadi penerjemah karena ditawari.
  4. Aku malah jadi editor in-house dulu karena semua lamaran untuk jadi penerjemah yang kulayangkan ke penerbit sama sekali tak bersambut.

Mesti menjalani tes, ya?
Tentu saja, masa tidak?

Aku maunya tidak dites.
Hehehe. Tenang … anak baru pasti dites 😀

Mbak, rekomendasiin aku ke penerbit, dong.
Hehehehe 😛

Aku mau dong magang di Mbak.
Sayangnya, aku tak terima murid. Jangan sedih. Ini kukasi tautan-tautan penting.

Aku pernah baca atau dengar tentang CAT-Tools. Apakah itu penting untuk penerjemah?
Menurutku pribadi, kalau kamu ingin jadi penerjemah buku, kamu tidak perlu terlalu sibuk mempelajari CAT-Tools. Kenapa? Karena yang penting adalah ketepatan menerjemahkan dan kelihaian mengolah kata sehingga pembaca terhanyut dalam cerita.

Tapi kalau kamu mau belajar, ya boleh-boleh aja, siapa tau kamu malah jadi penerjemah non-buku (dokumen) yang duitnya lebih gede 🙂 Cari yang gratisan saja. CAT-Tool pertama yang kupelajari adalah Wordfast Classic (bukan yang pro) dan menurutku itu sudah cukup karena simple, tidak ribet, dan sudah termasuk glosarium untuk membantu mendata padanan istilah. Cara pakainya ada di sini. Pakai yang demo saja, tak usah beli. Sayang duit. Kalau kamu merasa terbantu dengan itu dan berminat beli, ya silahkan. Kalau tak mau beli, ya silahkan juga 🙂

Penerjemah non-buku itu apa?

Ya penerjemah yang menerjemahkan naskah selain buku, misalnya dokumen hukum, kontrak, naskah kedokteran, jurnal, penerjemah film, dan sebagainya.
Masih ada lagi juru bahasa alias interpreter atau penerjemah lisan.

Berhubung aku tidak dapat bercerita banyak soal penerjemah non-buku ataupun juru bahasa, silahkan baca tulisan ini dan cari tahu lebih banyak di Himpunan Penerjemah Indonesia, baca-baca terutama yang kategori Umum, dan Lapanta. Untuk gambaran lebih dalam tentang dunia alih bahasa, silahkan baca-baca blog Bahtera. Lalu, untuk bonus, ini ada tips menjadi penerjemah internasional.

Terima kasih banyak untuk semua yang tulisannya dengan semena-mena kutaut di sini 🙂

Iklan

11 thoughts on “Ingin Jadi Penerjemah (Buku)?

  1. Hihihi, aku ngakak pas buka tautan di bawah bagian “Mbak, rekomendasiin aku ke penerbit, dong.” Tulisannya keren, Nui, inspiratif. Makasih udah berbagi 😀

  2. Ping balik: Mata Kuliah yang Terpakai | Ada Deadline di Balik Batu | Web Sweet Web

  3. Ping balik: Ingin Jadi Penerjemah (Buku)? | Pelayan Kata

    • Waaa ^_^ *seneng, tapi tak tahu harus bilang apa*
      Salam kenal, Mbak Dewinta 🙂 Nerjemahin novel juga? Atau nerjemahin yang masih berhubungan dengan Biologi?

Komentar ditutup.