Makan di Turret Cafe dan Info Tur

Kemarin, pas jalan-jalan ke Bukittinggi, kami main ke Jalan A. Yani yang sepertinya memang tempat mainnya wisatawan mancanegara gitu. Maksudnya, di jalan itu banyak kafe dengan gaya barat dan ada toko barang antik segala sehingga buatku terlihat seperti area mainnya bule. Hihihi. Kesimpulan yang semena-mena memang 😛

Karena sudah jam makan siang, kami pun masuk ke Turret Cafe (ini info trip advisornya). Mulanya aku pesan Beef Steak Saus Nanas karena baru kali ini nemu steak pakai saus nanas. Tapi ternyata tak ada, jadi aku ganti ke Tuna Steak, tetap dengan saus nanas demi memuaskan rasa penasaran. Porsinya ternyata besar, harganya pas di kantong. Puas banget, deh. Saus nanasnya enak, tapi karena takut maag kenapa-kenapa akhirnya sebagian saus nanas itu dioper ke Sam 😀 (udah tau sakit maag kok ya pesen nanas?)

Tuna

Nah, ketika sedang menunggu pesanan (agak lama juga nunggunya, mungkin karena baru buka), datang deh tour guide alias pemandu wisata. Mungkin kami didatangi karena pemandu wisata memang sering ditemui di Turret Cafe dan Bedudal Cafe seperti cerita ini.

Tour guide yang mendatangi kami ini namanya Syafrizal, tapi biasa dipanggil Erik. Menurut cerita dia, dia sudah sering bawa wisatawan asing. Aku pun nanya-nanya soal paket wisata yang ditawarkannya buat referensi, kali aja nanti-nanti aku pingin pake jasa dia buat memandu wisata. Sekarang sih belum. Belum ada waktu 😛

Paket wisata yang ditawarkan oleh Pak Erik:

  1. Tur Minangkabau (berangkat 08:30/09:00 selesai 17:00)
  • Tabek Patah
  • Sungai Tarab
  • Batusangkar
  • Pagaruyung, liat istana (aku dah lama pingin liat istana Pagaruyung)
  • Lima Kaum
  • Balimbing
  • Sungai Ombilin
  • Danau Singkarak
  • Pandai Sikek

2. Maninjau (9.00 – 17.00)

  • Koto Gadang, desa tempat pengrajin perak
  • Sungai Landir
  • Puncak Lawang, bisa liat Danau Maninjau dan jalan-jalan. Bulan Juni 2013 kemarin aku main ke sini dan tau di sini ada yang nyediain paralayang dengan harga sekitar 500-700 ribu (mungkin sekarang harganya sudah beda lagi).
  • Danau Maninjau

3. Lembah Harau (09:00-17:00)

  • Sungai Jernih
  • Piladang
  • Ngalau Indah
  • Lembah Harau

Harga setiap paket tur itu 200 ribu per orang, kalau rombongan bisa didiskusikan lagi. Harga sudah termasuk mobil, bensin, tiket masuk tempat wisata, ditemani Pak Erik selaku supir sekaligus guide, dijemput dan diantar pulang. Makan, jajan, dan oleh-oleh bayar sendiri tentunya.

Kita bisa juga ngeborong ambil tiga paket itu (supaya puas jalan-jalannya) atau boleh juga pesan tur lain yang tak disebut di atas. Harga … didiskusikan tergantung pesanan.

Berikut kontaknya:
Syafrizal (Erik)
HP: +62 812 6706 8127
e-mail: syaferik@yahoo.com

Penafian:

  • Ini cuma catatan untuk referensi di masa mendatang kalau-kalau aku mau liburan pakai jasa dia.
  • Aku tak tahu harganya murah atau mahal karena belum ketemu guide lain buat perbandingan.
  • Barusan baca di sini, katanya tour guide memang sering ditemui di turret cafe dan bedudal cafe.
  • Buat yang mau informasi lebih lanjut dan lebih jelas, silakan hubungi Pak Erik langsung.
  • Komentar dimoderasi.

Skripsi

Kejadian di kantor kemaren. Kekeke…

Cowo baru sholat, belum makan siang, ngelewatin cewe yang sedang menikmati makan siangnya : “Wah, enak, tuh sukronya. Skripsi.”

Cewe : “Skripsi?”

Cowo : “Eh…krispi…”

Mmmm?

Tadi, saat sedang berjalan menuju Suis Butcher tiba-tiba ada yang nawarin diskon di toko peralatan bayi dan anak gitu. Tokonya sih emang pas di samping Suis.
“Ayo, Bu. Sedang ada diskon, lho.”
Ibuku bilang, “Nanti aja, deh. Kalau udah punya cucu.”
Dan si bapak itu bilang, “Emang ini belum?”, sambil melirik ke arahku.
“Belum.”
Lalu si bapak itu memandang dengan heran.
Dan aku jelas lebih heran lagi.
Hahahahah 😀

Aku dan Sakit Maag

Cerita dari awal, deh. Aku memang sudah terkena maag sejak SMP. Parah, ya? Umumnya orang baru sakit maag waktu kuliahan, tapi aku sejak SMP. Yah, waktu itu sakitnya masih standar, paling perut perih, atau kembung, atau mencret, atau muntah. Mungkin karena pola makanku yang buruk juga. Waktu kelas 6 SD, guruku sering mengadakan pemantapan untuk menghadapi EBTANAS. Nah, akibatnya aku sering terlambat makan siang. Pola hidupku sebenarnya teratur. Sarapan jam 6, makan siang jam 12, makan malam jam 6. Pola hidup sehat banget, lah. Tapi pola itu kacau gara-gara pemantapan itu. Soalnya sering kali pemantapan diadakan dadakan. Jadi bisa aja tiba-tiba guruku bilang, “nanti kita pemantapan, ya.” Nah, kalau sudah begini aku jadi nggak makan siang, deh. Nggak bawa bekal, soalnya. Atau jajan dan beli mie. Biasanya mie itu kami remes-remes sampai hancur lalu dimakan kering-kering dengan bumbunya. Enak.

Baca lebih lanjut

Bandung – UI Depok – Bandung

Ceritanya panjang.

Seminggu sebelum berangkat

Hari Sabtu yang lalu, tanggal 22 November 2008, aku dan temanku mengikuti Ujian Kualifikasi Penerjemah yang diselenggarakan oleh UI di UI Depok. Well, karena kami berdua sama-sama buta Depok, seminggu sebelum pergi ke Depok kami pun sibuk mencari segala macam hal yang penting. Mulai dari mencari berbagai rute dan alternatif transportasi menuju dan dari UI Depok sampai mencari penginapan. Belajar? Lupa, deh :p

Awalnya sempat terpikir untuk pergi dan pulang hari itu juga. Berangkat pagi-pagi dari Bandung lalu pulang setelah selesai ujian. Toh ada travel dari Bandung ke Depok (thanx to temanku, Beta, yang sudah sibuk mencarikan dan mendapatkan infonya). Pilihan kami jatuh ke Aya Travel karena cukup murah (Rp60.000,- dari pool di Jl. Taman Sari, tepatnya depan BLCI, ke pool di Jl. Margonda Raya Depok. Kalau naik travel, kami tak perlu pusing-pusing memikirkan jalan dari Jakarta ke Depok. Tinggal ke pool di Bandung, duduk di mobil, sampai di pool Depok, turun dari mobil, cari angkot ke UI. Kalau mau diantar sampai UI juga bisa, tapi musti bayar lebih. Dengan travel ini sebenarnya hidup kami lebih mudah. Kami tidak perlu menginap karena kami bisa berangkat jam 5 pagi. Perkiraan sampai Depok jam 7.30 atau 8.00 pagi. Ujian jam 9.00. Sempatlah.

Tapi setelah ditimbang-timbang lagi, akhirnya kami memutuskan untuk menginap saja. Risikonya terlalu besar. Kalau di jalan ternyata kenapa-kenapa, gimana? Bisa terlambat ujian, tuh. Rugi biaya ujian (yang lumayan mahal untuk aku yang orang Bandung) dan rugi waktu (karena ujiannya hanya diadakan sekali dalam setahun).

Baca lebih lanjut

Kalau Cari Buku di Bandung Aku Cari di:

Berikut tempat-tempatku mencari buku di Bandung:

1. Palasari di…Palasari

Ini dia tempat pertama yang aku datangin kalau nyari buku. Koleksinya banyaaak banget. Mulai dari buku bekas sampai buku baru (yang dijual dengan diskon oke). Mulai dari buku agama, sekolah, kuliah, kedokteran, buku resep, novel, komik, manga (tapi sekarang udah nggak terlalu banyak), Kho Ping Ho..euh..pa lagi yang belum tersebutkan? Berikut adalah tempat-tempat yang rutin aku samperin di Palasari.

Baca lebih lanjut

Nguping Bandung (Maksa!)

Udah pernah main ke http://ngupingjakarta.blogspot.com? Hahaha. Lucu banget! Aku sampai terguling-guling bacanya. LOL

Berhubung aku punya lumayan banyak pengalaman lucu atau yang bikin tergubrak-gubrak, jadi pengen juga berkontribusi juga, deh. Tapi…aku kan di Bandung, sedangkan ngupingjakarta harus di Jakarta, kan? Yaaaahhh….Sayang banget 😦 Udah nyari-nyari apakah Bandung juga punya sesuatu yang seperti ngupingjakarta tapi belum ketemu juga ampe sekarang. Yah…daripada aku bete…bikin juga, ah. Tentunya semua diangkat dari pengalaman pribadi. Hehehe. Ditulis semirip mungkin dengan ngupingjakarta.

Baca lebih lanjut